Blackberry – Samsung Bekerjasama Untuk Lahirkan Tablet Teraman Di Dunia

Kerjasama antara 2 raksasa pembuat produsen gadget, Blacberry dan Samsung untuk melahirkan komputer tablet yang diklaim super aman akhirnya tercapai. Kedua pabrikan tersebut akan bekerjasama untuk membangun sebuah teknologi sistem enkripsi khusus untuk tablet yang disebut aman dari intipan mata-mata cyber.

Teknologi enkripsi ini merupakan hasil dari pengembangan dan penelitian tim Blackberry sedangkan Samsung disebut telah mencoba menggunakannya dengan memasangkan sistem tersebut kedalam Galaxy Tab 2 yang dipesan khusus oleh pemerintah Jerman untuk digunakan oleh para pejabat pemerintah.
Blackberry - Samsung Bekerjasama Untuk Lahirkan Tablet Teraman Di Dunia
Samsung yang ditunjuk sebagai pihak yang akan memproduksi disebut telah membekali berbagai sistem keamanan terbaru untuk mendukung perangkat tablet baru ini seperti kartu keamanan khusus, software knox dan software enkripsi yang disertai oleh sertifikasi oleh Blackberry Secusmart.

Paket sistem keamanan tersebut disebut membuat Galaxy Tab 2 menjadi super aman. Seluruh data yang berada didalam perangkat ataupun di kirim menggunakan tablet ini berada dalam keadaan terkunci sehingga tidak dapat dibuka oleh orang yang bukan pemiliknya.

Selain informasi mengenai sistem keamanan ini, baik Samsung ataupun Blackberry tidak banyak berbicara mengenai spesifikasi dari perangkat ini. Akan tetapi, disinyalir Samsung dan Blackberry memiliki proyek lain serupa yaitu memproduksi Galaxy Tab S 10.5.

Seperti yang diketahui bahwa saat ini penjualan Blackberry tengah terpuruk akan tetapi perusahaan asal Kanada tersebut memiliki keunggulan pada bidang pembuatan perangkat keamanan seperti software dan juga fitur produktivitas.

Beberapa waktu lalu, Blackberry meluncurkan produk Android kedua mereka yang diberi nama DTek 50. Ponsel kedua dari Android tersebut disebut memiliki sistem keamanan khusus dan diklaim sebagai ponsel Android teraman yang ada didunia saat ini.

Blackberry – Samsung Bekerjasama Untuk Lahirkan Tablet Teraman Di Dunia

Kaspersky Lab Menawarkan Imbalan Rp 656 Juta Bagi Penemu “Bug”

Kaspersky Lab yang berkantor pusat di Rusia sepertinya mengikuti jejak perusahaan teknologi dan keamanan di Silicon Valley menggelar program bug bounty alias celah keamanan pada program keamanan yang mereka buat dengan imbalan uang hingga ratusan juta rupiah.
Kaspersky Lab Menawarkan Imbalan Rp 656 Juta Bagi Penemu Bug
Ajang yang bertajuk Kaspersky Lab Bug Bounty Program ini diumumkan pada ajang konferensi sekuriti Black Hat minggu lalu di Las Vegas, Amerika Serikat.

Dari keterangan yang ditulis di situs Kaspersky, menuliskan bahwa ajang ini akan menawarkan hadiah bagi penemu bug keamanan pada software Kaspersky mencapai 50 ribu US$ atau jika dikonversikan ke rupiah setara dengan Rp 656 juta.

“Program ini diharapkan dapat membantu Kaspersky dalam memperkuat langkah mitigasi internal dan eksternal yang digunakan saat ini sehingga dapat meningkatkan ketahanan dari produk ataupun aplikasi keamanan yang dikeluarkan Kaspersky saat ini ataupun kelak,” kata Nikita Shvetsov, CTO Kaspersky Lab.

Kaspersky Lab Bug Bounty akan dilangsungkan selama 6 bulan yang mana telah dimulai 2 Agustus 2016 lalu. Para peserta dan peneliti keamanan yang berpartisipasi pada ajang ini akan diminta untuk membedah, melihat dan meneliti 2 produk andalan dari Kaspersky Lab yaitu Kaspersky Endpoint Security dan Kaspersky Internet Security.

Kedua produk tersebut merupakan produk atau aplikasi keamanan yang dibuat oleh Kaspersky Lab dengan ditujukan untuk konsumen rumahan dan juga konsumen korporasi. Para peserta yang telah mengikuti ajang ini akan mengirimkan detail mengenai bug yang mereka temukan yang mana bug tersebut akan diperiksa terlebih dahulu oleh Kaspersky untuk menentukan imbalan yang akan diberikan.

Kaspersky Lab Menawarkan Imbalan Rp 656 Juta Bagi Penemu “Bug”

Spyware “Sauron” Intip Komputer Di Sejumlah Negara

Perusahaan keamanan komputer, Symantec menemukan sebuah spyware atau program jahat yang berfungsi untuk mengintip dan memata-matai data dalam komputer di sejumlah negara. Symantec menyatakan bahwa program jahat tersebut tereferensi kepada Sauron. Sauron adalah spyware yang menggunakan tokoh antagonis utama dalam novel dan film trilogy terkenal Lord of the Rings.

Berdasarkan penelusuran Symantec, Spyware tersebut diberi nama Remsec. Sebuah kelompok peretas atau hacker yang disebut sebagai Strider menggunakan Ramsec untuk memata-matai komputer target di Belgia, China, Rusia dan Swedia.

Spyware Sauron Intip Komputer Di Sejumlah Negara

Ramsec yang menggunakan nama Sauron ini dipakai oleh para peretas hanya untuk memata-matai. Strider kelihatannya tidak menggunakan program ini sebagai ransomware atau program penyandera komputer atau alat perusak lain.

Symantec menerangkan bahwa data yang berhasil didapatkan oleh Strider merupakan data yang memiliki nilai yang tinggi bagi organisasi intelijen negara tertentu. Symantec juga menemukan adanya hubungan secara tidak langsung antara Strider dengan kelompok hacker yang bernama Flammer. Hubungan dari kedua kelompok tersebut terlihat dari cara, teknik hingga program jahat yang sama digunakan untuk melakukan proses hacking.

“Kelompok Strider sudah aktif sejak Oktober 2011. Selama ini mereka terus menyembunyikan diri hingga akhirnya ditemukan pada tahun ini. Target utama grup ini adalah individu dan organisasi tertentu yang menarik bagi intelijen suatu negara,” tulis Symantec.

Secara prosesnya, Remsec yang sudah berhasil masuk ke sebuah komputer akan bergerak diam-diam sehingga sulit terdeteksi oleh antivirus biasa. Ramsec akan membuat peretas mempunyai kendali dengan komputer yang terinfeksi seperti memindahkan data-data ataupun memasang modul tertentu.

Program jahat yang mengandung nama Sauron ini bekerja melalui koneksi internet sehingga secara operasional program ini hanya menumpang di memory sementara dan tidak masuk kedalam harddrive pengguna. Proses kerja ini membuat Sauron semakin sulit terdeteksi ataupun menghapusnya.

Sebagai aplikasi jahat, Sauron tidak mengincar individu umum melainkan hanya target spesifik tertentu saja. Menurut laporan dari Symantec, hingga saat ini telah terdapat 36 serangan yang terjadi di 4 negara dan menyasar 7 organisasi. Dari jumlah tersebut 4 organisasi merupakan organisasi yang berkantor pusat di Rusia.

Spyware “Sauron” Intip Komputer Di Sejumlah Negara